Monday, August 29, 2005
Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku.
Dengan Wudhu Aku kau sentuh, dalam kesucian Aku kau pegang kau junjung dan kau pelajari.
Aku enkau baca dengan suaru lirih ataupun keras setiap hari, setelah usai engkaupun selalu menciumKu mesra.
Setelah enkau dewasa...
Nampaknya, enkau sudah tidak berminat lagi pada Ku.
Apakah Aku bacaan usang? Yang tinggal sejarah
Menurutmu barangkali... Aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu.
Atau menurutmu ... Aku hanya untuk anak kecil yang belajar ngaji saja?
Sekarang Aku engkau simpan rapi sekali, sehingga terkadang engkau lupa di mana menyimpanKu.
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu.
Kadangkala Aku kau jadi emas kawin, agar enkau dianggap bertaqwa.
Atau Aku kau buat penangkal, untuk menakuti hantu dan setan.
Kini Aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesempitan dan kesepian diatas lemari, di dalam laci. Aku engkau pendam.
Dulu... Pagi-pagi...
Surah-surah yang ada padaKu engkau baca beberapa halaman.
Soreharinya...
Aku enkau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.
Sekarang... Pagi-pagi...
Sambil minum kopi... engkau baca koran pagi atau nonton berita TV.
Waktu senggang... engkau sempatkan ... membaca buku karangan manusia.
Sedangkan Aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa... engkau campakkan, engkau abaikan... dan engkau lupakan.
Waktu berangkat kerjapun engkau kadang lupa membaca pembuka surah-surahKu (Basmalah).
Diperjalanan... engkau asyik menikmati musik duniawi... tidak ada kasaet berisi ayat-ayat Allah dilaci mobilmu.
Dimeja kerjamu... Tidak ada Aku untuk kau baca sebelum mulai bekerja.
E-mail temanmu yang ada. Ayat-ayatKupun kadang kau abaikan... engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu.
Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanKu.
Bila malam tiba engkau tahan Nongkrong berjam-jam di depan TV, menonton pertandingan Liga Italia, Musik atau Film dan Sinetron laga.
Waktupun cepat berlalu... Aku menjadi semakin kusam dalam lemari.
Mengumpul debu, dilapisi abu dan mungkin... dimakan kutu.
SeingatKu... Hanya diawal Ramadhan engkau membacaKu kembali.
Itupun hanya beberapa lembar dariKu... dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu.
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap kali membacaKu.
Apakah Koran, TV dan Komputer Dapat memberimu pertolongan ?
Bila engkau dikubur... sendirian menunggu sampai Kiamat tiba dimana engkau akan diperiksa oleh para Malaikat suruhan-Nya.
Hanya dengan ayat-ayat Allah Yang Ada padaKu engkau dapat selamat melaluinya.
Setiap saat berlalu ... Kuranglah jatah umurmu
Dan akhirnya kubur senantiasa menunggu kedatanganmu.
Engkau... bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu.
Apabila Malaikat maut mengetuk pintu rumahmu... Bila Aku engkau baca dan engkau hayati di kuburmu nanti Aku akan datang.
Sebagai pemudah gagah nan tampan...Yang akan membantu engkau membela diri.
Bukan koran yang engkau baca setiap hari yang membantumu Dari Perjalanan di alam Akhirat.
Tetapi Aku Qur'an kitab sucimu...
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu.
Peganglah Aku lagi... Bacalah kembali Aku setiap hari...
Karena ayat-ayat yang ada padaKu adalah ayat-ayat suci ...Yang berasal dari Allah Tuhan Yang Maha Mengatahui.
Yang disampaikan oleh Jibril...Kepada Muhamad Rasulullah SAW.
Sentuhlah Aku kembali...baca dan pelajari lagi Aku...setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu... dulu sekali...
Jangan Aku engkau biarkan sendiri ... dalam bisu dan sepi...
Maha Besar Allah...Yang Maha Perkasa... Lagi Maha Bijaksana
Semoga bermanfaat.
Wabillahi Taufiq wal hidayah
Wassalamu'alaikum Waorhmatullahi Wabarokaatuh.
Kiriman dari: Seorang hamba Allah
0o0